Dalam istilah kita di Indonesia, sekolah biasanya dipakai
untuk pendidikan yang menginduk ke Kemendiknas dan Madrasah untuk pendidikan
yang menginduk ke Kemenag. Tapi benarkah hanya sebuah nama? Ataukah ada sesuatu
di baliknya?
DR. Abdul Haq Zaryuh menulis sebuah artikel di Majalah at
Turats al ‘Arabi tahun 1425 H./ 2004 M. yang diterbitkan di Damaskus dengan
judul : Madrasah dan kuttab, akar bahasa dan sejarahnya.
Kata sekolah lebih dikenal berasal dari Bahasa Inggris:
School. Kata School berasal dari Bahasa Perancis:Ecole. Akar kata School/Ecole
adalah Bahasa Yunani: Schole (tempat bersenang-senang).
DR. Abdul Haq menyatakan bahwa kata School juga sudah
dikenal di literatur Arab. Berikut ini dinukilkan biografi seorang nasrani yang
dikenal di lingkungan kekhalifahan zaman Ar Radhi Billah(322 H.-329 H./934
M.-940 M.) dari Dinasti Abbasiyah. Dia adalah Matta bin Yunus.
Dia berada di Baghdad zaman kekhalifahan Ar Radhi, setelah
tahun 320 H. dan sebelum tahun 330 H. Matta bin Yunus adalah seorang ahli
manthiq nasrani. Dia berasal dari Dirqani dan belajar di Uskul Mar Mary.
Belajar ilmu dari Rofil dan Bunyamin; dua orang pendeta Ya’qubiyyin.
Adapun Madrasah, DR. Abdul Haq menyatakan bahwa para ahli
sejarah dan bahasa menyebut kata madrasah berasal dari Bahasa Ibrani yang
merupakan bahasa orang-orang Yahudi. Aslinya adalah Midras yaitu tempat untuk
belajar dan mengkaji teks-teks Taurat.
Berikut
penjelasan Ibnu Mandzur (630-711 H.) seorang ulama sekaligus ahli bahasa
ternama dalam Lisanul ‘Arab:
Midras adalah rumah yang didalamnya dipelajari Al Qur’an.
Demikian juga Madaris Yahudi. Sebagaimana dalam hadist tentang yahudi yang
berzina; midrasnya meletakkan telapak tangannya diatas ayat rajam. Dan midras
adalah pengajar kitab mereka.
Sementara
ada yang benar-benar hilang dari kita dan tidak pernah kita sadari. Berikut
penjelasannya:
DR. Abdul Haq kemuudian menjelaskan kata Kuttab
sebagai lembaga pendidikan
“Ada
tempat pendidikan yang lain yaitu Kuttab bentuk tunggal dari Katatib;
yang mempunyai akar lisan Arab, berbeda dengan madrasah yang merupakan bahasa
asing yang masuk ke dalam Arab.
Termasuk hal yang manfaat, mengingatkan bahwa aturan
pendidikan di Kuttab-Kuttab sudah tersebar dan dipakai sejak zaman Nabi terus
hingga Khulafaurrasyidin, Bani Umayyah di negeri-negeri Islam. Bukan hanya Arab
timur yang memiliki Kuttab-Kuttab, tetapi juga sudah ada di Arab barat (Afrika
hingga Andalus) sejak awal”.
Musthofa As Sifaba’i (Min Rowai’ Hadhorotina) dan DR.
Raghib As Sirjani (Madza Qoddamal Muslimun Lil ‘Alam) menegaskan:
“Kuttab
saat itu mirip dengan jenjang Madrasah Ibtidaiyyah (Sekolah Dasar) dizaman kita
ini”
Sesungguhnya bukan hanya istilah yang hendak kita
perbincangkan. Tetapi istilah juga bukan hal yang bisa disepelekan dalam Islam.
Yang lebih penting dari istilah ini adalah substansi.
Karena selanjutnya, sejarah Islam pun mengenalkan jenjang
diatas Kuttab dengan sebutan Madrasah (jenjang SMP-Universitas).
Tapi perhatikan lebih jeli tiga akar kata berikut:
·
Ecole/Schole/School
(Perancis, Yunani, Inggris)= Tempat bersenang-senang
·
Midras/Madrasah
(Ibrani, Arab)= Dalam Bahasa Arab berarti Tempat Belajar
·
Kuttab
(Arab) = Berasal dari kata (Kataba=Menulis) jadi bisa diartikan Tempat Menulis
Akar kata ternyata menunjukkan konsep pendidikan. Kuttab
adalah jenjang pendidikan untuk anak 5-12 tahun. Diusia awalnya, sekolah hari
ini menyebutnya sebagai usia bersenang-senang. Belajar sambil bermain, bermain
sambil belajar. Bandingkan dengan semangat dari kata Kuttab (Tempat Menulis).
REFERENSI
- Makalah Ust. Budi Ashari,Lc (Narasumber Acara Khalifah TRANS7) yang disampaikan pada Seminar Pendidikan tanggal 30 Desember 2012 yang diselenggarakan oleh SCMM BEM FMIPA UNM di Gedung Auditorium Amanagappa Universitas Negeri Makassar (UNM)
- https://waetuo.wordpress.com/2013/02/05/seputar-istilah-sekolah-dan-madrasah/
No comments:
Post a Comment